Tata Bahasa

Isman Bahasa:
السّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Saudara2,

Sebelum kelas nahwu sharaf dimulai maka saya akan sharing Cara Menghafal Rumus/Teori, Pola Bahasa dan Ayat Alquran yg pernah disampaikan oleh bpk Muhammad Isa kpd saya langsung face to face sebagai berikut :
1. Bacalah 5 s/d 10 kata dari kalimat/pola bahasa secara ber ulang2 (3-5 kali) setelah itu tutup.
2. Tuliskan apa yg kita baca tadi dikertas/papan tulis kemudian cocokan dg kata2 yg kita baca tadi.
Kalau ternyata apa yg kita baca sdh sama dg apa yg kita tulis itu artinya kata itu sudah melekat diotak kita (sdh hafal). Tapi jika yg dibaca dg yg ditulis belum sama maka harus diulang lagi dari awal sampai hafal.
3. Kalau 5-10 kata itu sdh dihafal lalu tambah dg kata berikutnya, begitu seterusnya sampai seluruhnya bisa dihafal.

Jika yg dihafal adalah ayat Alquran prosesnya sama saja, tapi hasilnya akan lebih bagus lagi jika dibawa kedalam shalat..💥👍

Silahkan dicoba…👌🤓

السّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kelas Nahwu Sharaf dimulai….❗️❗️

Milenia 2100:
Milenia 2100:
*🌈 Wawasan Tentang Istilah Nahwu Sharaf*

*💥PART-1💥*

*أَقْسَامُ الْكَلِمَةُ*
*PEMBAGIAN KATA*

Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:

✅1. Satuan bunyi yang disebut _”huruf” atau “abjad”._

Contoh: م – س – ج – د

2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut _”kata”._

Contoh:
مَسْجِدٌ = masjid

3. Rangkaian kata yang mengandung pikiran yang lengkap yang disebut _”kalimat”._

Contoh:
أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ
= saya shalat di masjid.

Dalam tata bahasa Arab, “kata” dibagi ke dalam tiga golongan besar:

*💥1. ISIM ( اِسْم )* atau “kata benda”. Contoh:
مَسْجِد (= masjid)

*💥2. FI’IL ( فِعْل )* atau “kata kerja”.
Contoh:
أُصَلِّيْ = saya shalat

*💥3. HARF ( حَرْف) atau “kata tugas”.* Contoh:
فِيْ = di, dalam

Penggunaan istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas dalam tata bahasa Indonesia, mungkin juga dalam bahasa Malaysia, tidak sama persis dengan Isim, Fi’il dan Harf dalam tata bahasa Arab. Namun bisalah dipakai untuk sekadar mendekatkan pengertian.

Bersambung…..
🤙💐💐

السّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saudara2,

Jangan lupa hapalannya hendaknya diarahkan juga kpd istilah2 yg ada dlm materi Nahwu sharaf krn istilah2 itu akan digunakan dalam kegiatan mengurai ayat dan kalimat Alquran ditingkat berikutnya…👌

Milenia 2100:
Materi Nahwu Sharaf ini bukanlah materi pokok dari Study Alquran msr, tapi disajikan untuk sekedar menambah wasan kebahasaan agar tdk gagap menghadapi dunia pesantren.
Namun demikian didalam materi tata bahasa Alquran pak Isa juga sering menggunakan istilah2 yg dikenal dalam dunia pesantren.
👌👌👌

Milenia 2100:
Milenia 2100:
[20/11 19.26] Milenia2100 Milenium: *💥PART-2💥

*اِسْم عَلَمُ*
*ISIM ‘ALAM (Kata Benda Nama)*

Dalam golongan Isim, ada yang disebut dengan Isim ‘Alam yaitu Isim yang merupakan nama dari seseorang atau sesuatu. Di bawah ini beberapa contoh Isim ‘Alam (nama), bacalah dengan suara nyaring dan jelas satu persatu:

مُحَمَّد – آدَم – إِدْرِيْس – نُوْح – إِبْرَاهِيْم – إِسْمَاعِيْل – إِسْحَاق – يَعْقُوْب – يُوْسُف – مُوْسَى – سُلَيْمَان – يُوْنُس – عِيْسَى – مَرْيَم – خَدِيْجَة – عَائِشَة – فَاطِمَة – عُمَر – عُثْمَان – جِبْرِيْل – مِيْكَال – لُقْمَان – زَيْد – فِرْعَوْن – قَارُوْن – إِبْلِيْس – عِفْرِيْت – مَكَّة – مَدِيْنَة

Cari dan tuliskanlah Isim-isim Alam yang lain yang anda temukan dan ketahui!
🤙💐💐

[21/11 20.01] Milenia2100 Milenium: *💥PART-3💥

*مُذَكَّر – مُؤَنَّث*
*MUDZAKKAR (Laki-laki) – MUANNATS (Perempuan)*

Dalam tata bahasa Arab, dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-laki) atau Muannats (perempuan).

Penggolongan ini ada yang memang sesuai dengan jenis kelaminnya (untuk manusia dan hewan) dan adapula yang merupakan penggolongan secara bahasa saja (untuk benda dan lain-lain).

Contoh Isim Mudzakkar
Contoh Isim Muannats
عِيْسَى
(= ‘Isa)
مَرْيَم
(= Maryam)

اِبْنٌ
(= putera)

بِنْتٌ
(= puteri)
بَقَرٌ
(= sapi jantan)
بَقَرَةٌ
(= sapi betina)
بَحْرٌ
(= laut)
رِيْحٌ
(= angin)

Dari segi bentuknya, Isim Muannats biasanya ditandai dengan adanya tiga jenis huruf di belakangnya yaitu:
_*a) Ta Marbuthah ( ة ).*_
Misalnya:
فَاطِمَة (=Fathimah), مَدْرَسَة (=sekolah)

_*b) Alif Maqshurah ( ى ).*_
Misalnya:
سَلْمَى (=Salma), حَلْوَى (=manisan)
_*c) Alif Mamdudah ( اء ).*_
Misalnya:
أَسْمَاء (=Asma’), سَمْرَاء (=pirang)

*Namun adapula Isim Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas*.
Misalnya:
رِيْحٌ (= angin), نَفْسٌ (= jiwa, diri), شَمْسٌ (= matahari)

Bahkan *ada pula beberapa Isim Mudzakkar yang menggunakan Ta Marbuthah*.
Contoh:
حَمْزَة (= Hamzah), طَلْحَة (= Thalhah), مُعَاوِيَة (= Muawiyah)

Ingat, jangan melangkah ke part selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal kosakata yang baru anda temukan!

🤙💐💐

💥PART-2 & PART-3 digabung….👆👆👆

Adam Arassy:
Sambil belajar materi2 coba skrang dari ayat yg ditulis ini di urai mana saja yg merupakan kata kerja, kata benda, dan lain2 bentuk kata.
Contoh: قل:kata kerja ds
Selamat mencoba. .👌

Agus Sugeng:
Mohon diperjelas, untuk kata benda yg bukan manusia/hewan, misal angin, batu, tanah, gunung, dll adakah tanda2 tertentu yg bisa kita ketahui untuk mengelompokkannya dalam mudzakar maupun muanats?🙏🙏🙏

Adam Arassy:
Yg otentik bisa dilihat dalm kalimat (Dhommir pada kata kerja) atau bila tidak ada dlm satu ayat, bida dilihat di ayat lainnya. Ini materi lanjutan

Agus Sugeng:
Alhamdulillah, siap, sabar menunggu👍👍👍

Adam Arassy:
Penggunaan istilah ‘harf’ untuk kita lebih tepat disebut “lain2 bentuk kata” sebab ada juga dua huruf atau lebih yg sebenarnya bukan huruf tapi “kata”

Isman Bahasa:
Tugas ❗️
1. Apa yg dimaksud dg Isim ‘Alam dan berikan contohnya❗️❓

2. Apa saja ciri2 Isim Muannats❓sebutkan❗️
Beri contoh kata pengecualianya❗️

3. Apakah kata حَمْزَةٌ، طَلْحَةٌ ، مُعَاوِيَةٌ termasuk Isim Muannats❓mengapa❓

Jawab ya….👌

Parsidi Bin Masnun:
Jawab:
1.isim alam adalah nama sesuatu atau nama seseorang,
Contohnya wadinaml,Jabal Uhud,Maryam,Nuh dll

2.isim muannats adalah kata benda jenis perempuan yang ditandai dengan Ta Marbuthwh,Alif Maqsurah dan Alif mamdudah,,
Contoh,malaikah,qadaa,Asy-syita’i,Hindun..
3.kata Hamzah, thalhah dan Muawiyah adalah isim mudzakar,karena termasuk nama seorang laki-laki
🙏🙏

Ai Purwanti:
assalamualaikum….

jawab

1.isim alam adalah isim yg merupakan nama dari seseorang atau sesuatu. Contoh مُحَمَّد ،مَدِيْنَة،يَعْقُوْب,عُمَرُ

2.ciri ciri isim Munannats adalah

biasanya ditandai dengan adanya tiga jenis huruf di belakangnya yaitu:

_*a) Ta Marbuthah ( ة ).*_

Misalnya:

فَاطِمَة (=Fathimah),

_*b) Alif Maqshurah ( ى ).*_

Misalnya

سَلْمَى (=Salma)

_*c) Alif Mamdudah ( اء ).*_

Misalnya:

أَسْمَاء (=Asma’),

*Namun adapula Isim Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas*.

Misalnya:

رِيْحٌ (= angin), نَفْسٌ (= jiwa, diri), شَمْسٌ (= matahari)

3. Apakah kata حَمْزَةٌ، طَلْحَةٌ ، مُعَاوِيَةٌ termasuk Isim Muannats? iya… karena

ditandai dengan adanya Ta Marbuthah ( ة ).*_

mohon koreksi ya pak🙏 maklum baru pertama ikut belajar tata bahasa😊

Isman Bahasa:
Untuk jawaban no.3 coba lihat kembali materi Part-3….👌

Neni Azka Giraldien:
1. Isim alam yaitu isim yg merupakan nama dari seseorang atau sesuatu contoh muhammad, makkah, iblis, ifriet…
2. Isim muannats adalah kata benda yg menunjukan jenis perempuan yg umumnya di ahir kata ditandai dg ta marbutah alif mamdudah dan alif maksurah… Contoh fatimah madrasah dan salway…
3… Bukan muannats… Alasan tdk selamanya yg bertanda muannats itu muannats karena arti tsb diperuntukkan untuk laki laki.

Isman Bahasa:
Betul..💥👍 tapi lebih bagus lagi contoh2 bentuk katanya ditulis dg aksara Alquran, down load IQQI atau tulis tangan seperti rekan anda Agus tsb diatas…👌

Milenia 2100:
*💥 PART-4💥*

*مُفْرَد – مُثَنَّى – جَمْع*
*MUFRAD (Tunggal) – MUTSANNA (Dual) – JAMAK (Banyak)*

Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:

*✅1) ISIM MUFRAD (tunggal)*

Adalah kata benda yang hanya satu atau sendiri.

*✅2) ISIM MUTSANNA (dual)*

Adalah kata benda yang jumlahnya dua.

*✅3) ISIM JAMAK (plural)*

Adalah kata benda yang jumlahnya lebih dari dua.

Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruf Nun Kasrah ( نِ ), baik untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:
رَجُلٌ
= seorang laki-laki
رَجُلاَنِ
= dua orang laki-laki
جَنَّةٌ
= sebuah kebun
جَنَّتَانِ
= dua buah kebun
مُسْلِمٌ
= seorang muslim
مُسْلِمَانِ
= dua orang muslim
مُسْلِمَةٌ
= seorang muslimah
مُسْلِمَتَانِ
= dua orang muslimah

Adapun Isim Jamak, dari segi bentuknya terbagi dua macam:

✅1.JAMAK SALIM (جمْع سَالِم )

Adalah jamak yang bentuknya beraturan:
Contoh :
اِبْنٌ
= seorang putera
بَنُوْنَ

= putera-putera
بِنْتٌ
= seorang puteri
بَنَاتٌ
= puteri-puteri
مُسْلِمٌ
= seorang muslim
مُسْلِمُوْنَ
= muslim-muslim
مُسْلِمَةٌ
= seorang muslimah
مُسْلِمَاتٌ
= muslimah-muslimah

✅2. JAMAK TAKSIR/
(جَمْع تَكْسِيْر)

Adalah jamak yang bentuknya tidak beraturan:
رَسُوْلٌ
= seorang rasul
رُسُلٌ
= rasul-rasul
عَالِمٌ
= seorang alim
عُلَمَاءُ
= orang-orang alim
رَجُلٌ
= seorang laki-laki
رِجَالٌ
= para laki-laki
اِمْرَأَةٌ
= seorang perempuan
نِسَاءٌ
= perempuan-perempuan

Ingat, jangan melangkah ke part selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

🤙💐💐

🍎TUGAS…❗️

Jelaskan arti kata dibawah ini :
1. مُفْرَدٌ
2. مُثَنَّى
3. جَمْعٌ
4. جَمْعٌ سَالِم
dan beri contoh…❗️
5. جَمْعٌ تَكْسِيْر
dan beri contoh…❗️

Diharap semua peserta menjawabnya…👌

Neni Azka Giraldien:
Mufrod ialah kata benda yg hanya satu atau sendiri contoh rajulun
Mutsana ialah kata benda yg jumlahnya dua contoh rajulaani
Jamak ialah kata benda yg jumlahnya lebih dari duaaulaadun…
Jamak salim ialah jamak yg bentuknya beraturan contoh banuun….
Jamak taksir ialah jamak yg bentuknya tidak beraturan contoh rusulun

Parsidi Bin Masnun:
1.mufrod adalah kata benda tunggal
2.mutsanna adalah kata benda yang menunjukkan dua
3.jamak adalah kata benda yang menunjukkan lebih dari dua/banyak
4.jamak Salim adalah kata benda banyak yang beraturan di akhiri dengan wau dan nun,atau juga dengan Alif dan ta’
5.jamak taksir adalah kata benda banyak yang tidak beraturan

Isman Bahasa:
Kita lanjutkan…❗️

Milenia 2100:
[23/11 21.01] Milenia2100 Milenium: *💥PART-5💥*

*اِسْم إِشَارَة*
*ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)*

Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim Maushul atau Kata Sambung.

Pertama, Isim Isyarah. Pada dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:

1) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat:
هَذَا (=ini).
Contoh dalam kalimat:
هَذَا كِتَابٌ
(= ini sebuah buku)

2) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh:
ذَلِكَ (=itu).
Contoh dalam kalimat:
ذَلِكَ كِتَابٌ
(= itu sebuah buku)

Bila Isim Isyarah itu menunjuk kepada Isim Muannats maka:
*هَذَا menjadi هَذِه.1*
(Ini).
Contoh: هَذِهِ مَجَلَّةٌ
(= ini sebuah majalah)

*ذَلِكَ menjadi تِلْك.َ2*
(=itu).
Contoh:
تِلْكَ مَجَلَّةٌ
(= itu sebuah majalah)

Adapun bila Isim yang ditunjuk itu adalah Mutsanna (Dual), maka:

هَذَا menjadi هَذَانِ.1
Contoh :
هَذَانِ كِتَابَانِ
(= ini dua buah buku)

هَذِهِ menjadi هَتَانِ.2
Contoh :
هَتَانِ مَجَلَّتَانِ
(= ini dua buah majalah)

ذَلِكَ menjadi ذَانِكَ.3
Contoh
: ذَانِكَ كِتَابَانِ
(= itu dua buah buku)

تِلْكَ menjadi تَانِكَ.4
Contoh :
تَانِكَ مَجَلَّتَانِ
(= itu dua buah majalah)

Sedangkan bila Isim yang ditunjuk itu adalah Jamak (lebih dari dua), maka baik Mudzakkar maupun Muannats, semuanya menggunakan: هَؤُلاَءِ (= ini) untuk menunjuk yang dekat; dan أُلَئِكَ (= itu) untuk menunjuk yang jauh.
Contoh:
هَؤُلاَءِ كُتُبٌ
أُلَئِكَ كُتُبٌ
(= ini adalah buku-buku)
(= itu adalah buku-buku)
هَؤُلاَءِ مَجَلاَّتٌ
أُلَئِكَ مَجَلاَتٌ
(= ini adalah majalah-majalah)
(= itu adalah majalah-majalah)

‼Ingat, jangan melangkah ke part selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

🤙💐💐

*💥PART-6💥*

*اِسْم مَوْصُوْل*

*ISIM MAUSHUL*
*(Kata Sambung)*

Isim Maushul (Kata Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubung-kan beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kalimat.

Dalam bahasa Indonesia, Kata Sambung semacam ini diwakili oleh kata: *”yang”.*

Bentuk asal/dasar dari Isim Maushul adlah:
الَّذِيْ = _Yang_
Perhatikan contoh
penggunaan Isim Maushul dalam menggabungkan dua kalimat di bawah ini:

Kalimat I
جَاءَ الْمُدَرِّسُ
= “telah datang guru itu”.

Kalimat II
اَلْمُدَرِّسُ يَدْرُسُ الْفِقْهَ
= “guru itu mengajar Fiqh”.

Kalimat III
جَاءَ الْمُدَرِّسُ *الَّذِيْ* يَدْرُسُ الْفِقْهَ
= “telah datang guru *yang* mengajar Fiqh”.

Kalimat III menghubungkan Kalimat I dan II dengan Isim Maushul: الَّذِيْ

Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Muannats maka: الَّذِيْ menjadi: الَّتِيْ

contoh :
جَاءَتِ الْمُدَرِّسَةُ *الَّتِيْ* تَدْرُسُ الْفِقْهَ
= datang guru *(pr) yang* mengajar Fiqh itu.

Bila Isim Maushul itu digunakan untuk Mutsanna (Dual) maka :

١ـ الَّذَان menjadi الَّذِيْ
sedangkan الَّتِيْ menjadi>> الَّتَانِ
Contoh :

جَاءَ الْمُدَرِّسَانِ الَّذَانِ يَدْرُسَانِ الْفِقْهَ
= “telah datang dua orang guru *(lk) yang* mengajar Fiqh itu”.

جَاءَتِ الْمُدَرِّسَتَانِ الَّتَانِ تَدْرُسَانِ الْفِقْهَ
= “telah datang dua orang guru *(pr) yang* mengajar Fiqh”.

Bila Isim Maushul itu dipakai untuk Jamak maka :

٢ـ الَّذِيْنَ menjadi الَّذِيْ
sedangkan: الَّتِيْ menjadi: اللاَّتِيْ/اللاَّئِيْ

Contoh :

جَاءَ الْمُدَرِّسُوْنَ *الَّذِيْنَ* يَدْرُسُوْنَ الْفِقْهَ

= “telah datang guru-guru *(lk) yang* mengajar Fiqh itu.

جَاءَتِ الْمُدَرِّسَاتُ اللاَّتِيْ يَدْرُسْنَ الْفِقْهَ

= “telah datang guru-guru *(pr) yang* mengajar Fiqh itu.

Ingat, jangan melangkah ke part selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!
🤙💐💐

imam widodo Haqqoni:
mohon bimbingan para senior untuk isim isyaroh yg menunjukan mussana khusus pada contoh ke 3 dan ke 4 adakah alquran memberikan contoh atau hanya kaidah arab yg dimasukan mohon bimbingan

ذالك Menjadi ذانك
تلك menjadi تانك

saya coba cari di alquran belom ketemu mohon bimbingan senior dan contoh dari alquran

terima kasih

Isman Bahasa:
Betul…👍

Itulah salah satu perbedaan bhs Arab dg bhs Alquran….💯

Lanjut materi 👇👇👇

Milenia 2100:
Milenia 2100:
[25/11 22.00] Milenia2100 Milenium: *💥PART-7💥*

*نَكِرَة – مَعْرِفَة*
*NAKIRAH (Umum) – MA’RIFAH (Khusus)*

Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi dua:

*✅1) ISIM NAKIRAH*
Adalah kata benda bentuk umum atau tak dikenal (tak tentu).

*✅2) ISIM MA’RIFAH*
Adalah kata benda bentuk khusus atau dikenal (tertentu).

Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari setiap Isim, biasanya ditandai dengan huruf akhirnya yang bertanwin ( ً ٍ ٌ ). Sedangkan Isim Ma’rifah biasanya ditandai dengan huruf Alif-Lam ( ال ) di awalnya.

Contoh Isim Nakirah:
بَيْتٌ
= sebuah rumah
وَلَدٌ
= seorang anak.

Contoh Isim Ma’rifah:
اَلْبَيْتُ
= rumah itu,
اَلْوَلَدُ
= anak itu.

Coba bandingkan dan perhatikan perbedaan makna dan fungsi antara Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah dalam dua buah kalimat di bawah ini:

ذَلِكَ بَيْتٌ. اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ.
= Itu sebuah rumah. Rumah itu baru.

جَاءَ وَلَدٌ. اَلْوَلَدُ مُؤَدِّبٌ.
= Datang seorang anak. Anak itu sopan.

Selain Isim yang berawalan Alif-Lam, yang juga termasuk Isim Ma’rifah adalah:

*1. ISIM ‘ALAM (Nama).*
Semua Isim ‘Alam termasuk Isim Ma’rifah, meskipun diantara Isim ‘Alam tersebut ada yang huruf akhirnya bertanwin.

Contoh:
أَحْمَدُ
= Ahmad,
عَلِيٌّ
= Ali
مَكَّةُ
= Makkah

*2. ISIM DHAMIR (Kata Ganti).*
Yaitu kata yang mewakili atau menggantikan penyebutan sesuatu atau seseorang atau sekelompok benda/orang.

Contoh:
أَنَا
= aku, saya
نَحْنُ
= kami, kita
هُوَ
= ia, dia

Isim Dhamir ini kelak akan dibahas tersendiri secara terinci.

🤙💐💐
[26/11 21.06] Milenia2100 Milenium: *💥PART-8💥*

*صِفَة-مَوْصُوْف مُضَاف-مُضَاف إِلَيْهِ / مُبْتَدَأ-خَبَر*

*SIFAT-MAUSHUF* (Sifat dan Yang Disifati)
*MUDHAF – MUDHAF ILAIH* (Kata Majemuk)
*MUBTADA’ – KHABAR*
(Subjek dan Predikat)

Berkaitan dengan Nakirah dan Ma’rifah, khususnya penggunaan Alif-Lam di awal kata atau baris Tanwin di akhir kata, ada beberapa pola kalimat (rangkaian kata) yang perlu kita ketahui perbedaan-nya dengan baik. Yaitu:

*1. SHIFAT ( صِفَة ) dan MAUSHUF ( مَوْصُوْف )*
Bila rangkaian dua buah Isim atau lebih, semuanya dalam keadaan Nakirah (tanwin) atau semuanya dalam keadaan Ma’rifah (alif-lam) maka kata yang di depan dinamakan Maushuf (yang disifati) sedang yang di belakang adalah Shifat.

بَيْتٌ جَدِيْدٌ
= (sebuah) rumah baru

اَلْبَيْتُ الْجَدِيْدُ
= rumah yang baru

بَيْتٌ كَبِيْرٌ وَاسِعٌ
= (sebuah) rumah besar lagi luas

اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ الْوَاسِعُ
= rumah yang besar lagi luas

*2. MUDHAF ( مُضَاف ) dan MUDHAF ILAIH ( مُضَاف إِلَيْه )*

Rangkaian dua buah Isim atau lebih, satu kata di depannya dalam keadaan Nakirah (tapi tanpa tanwin) dinamakan Mudhaf sedang kata yang paling belakang adalah Ma’rifah dinamakan Mudhaf Ilaih. Contoh:

بَيْتُ الْمُدَرِّسِ
(=buku guru)
بَيْتُ زَيْدٍ
(=rumah Zaid) –> Zaid = Isim ‘Alam (Ma’rifah)
مِفْتَاحُ بَيْتِ الْمُدَرِّسِ
(=kunci rumah guru)

Bila Mudhaf berupa Isim Mutsanna atau Jamak Mudzakkar Salim maka huruf Nun di akhirnya dihilangkan. Perhatikan contoh di bawah ini:

مُسْلِمَا الْجَاوِيِّ
(=dua muslim Jawa)

مُسْلِمُو الْجَاوِيِّ
(=muslimin Jawa)

مُسْلِمَا
dari kata مُسْلِمَانِ =dua orang muslim
–> Mutsanna
مُسْلِمُو
dari kata مُسْلِمُوْنَ =orang-orang muslim –> Jamak Salim

Baik Shifat-Maushuf maupun Mudhaf-Mudhaf Ilaih, bukanlah merupakan sebuah *_JUMLAH MUFIDAH (جُمْلَة مُفِيْدَة) atau Kalimat Sempurna_*.

Berikut ini kita akan mempelajari sebuah pola Jumlah Mufidah (Kalimat Sempurna).

*3. MUBTADA’*
( مُبْتَدَأ )
*dan KHABAR*
( خَبَر )

Sebuah JUMLAH ISMIYYAH (جُمْلَة اِسْمِيَّة) atau Kalimat Nominal (kalimat sempurna yang semua katanya adalah Isim), selalu terdiri dari dua bagian kalimat yakni Mubtada’ (Subjek) dan Khabar (Predikat).
Pada umumnya seluruh Mubtada’ dalam keadaan Ma’rifah sedangkan seluruh Khabar (Predikat) dalam keadaan Nakirah. Perhatikan contoh kalimat-kalimat di bawah ini:

Jumlah Ismiyyah
Khabar Mubtada’
اَلْبَيْتُ *كَبِيْرٌ*
اَلْبَيْت كَبِيْرٌ
(=rumah itu besar)

اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ *غَالٌ*

اَلْبَيْت

ُ الْكَبِيْرُ غَالٌ
(=rumah yang besar

itu mahal)

الْبَيْتُ الْكَبِيْرِ جَمِيْلٌ

الْبَيْتُ الْكَبِيْرِ جَمِيْلٌ
=rumah besar itu indah

مِفْتَاحُ بَيْتِ الْكَبِيْرِ صَغِيْرٌ

مِفْتَاحُ بَيْتِ الْكَبِيْرِ
صَغِيْرٌ
=kunci rumah besar itu kecil.

Dari contoh kalimat di atas diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
*✅1. Baik Mubtada’ maupun Khabar, bisa terdiri dari satu kata ataupun lebih.*

*✅2. Mubtada’ pada umumnya selalu dalam keadaan Ma’rifah.*

*✅3. Khabar pada umumnya selalu dalam keadaan Nakirah.*

*✅4. Mubtada’ yang terdiri dari beberapa kata bisa merupakan Shifat-Maushuf (contoh kalimat II) maupun Mudhaf-Mudhaf Ilaih (contoh kalimat III dan IV).*

Sebagai penutup, untuk mengingat-ingat perbedaan antara Shifat-Maushuf, Mudhaf-Mudhaf Ilaih dan Mubtada’-Khabar, perhatikanlah perbedaan bentuk dan makna masing-masing pola tersebut dalam kalimat sederhana di bawah ini:

Shifat-Maushuf
Mudhaf-Mudhaf Ilaih
Mubtada’-Khabar
بَيْتٌ جَدِيْدٌ

بَيْتُ الْجَدِيْدِ

اَلْبَيْتُ جَدِيْدٌ

(rumah baru)

(rumah itu baru)

اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ

بَيْتُ الْكَبِيْرِ

اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ

(rumah yang besar)

(rumah besar)

(rumah itu besar)

Part selanjutnya kita akan membahas tentang Isim Dhamir atau Kata Ganti.

🤙💐💐

Milenia 2100:
[27/11 20.49] Milenia2100 Milenium: *💥PART-9💥*

*ضَمِيْر*
*DHAMIR*
(Kata Ganti)

Dhamir atau “kata ganti” ialah Isim yang berfungsi untuk menggantikan atau mewakili penyebutan sesuatu/seseorang maupun sekelompok benda/orang.
_*Dhamir termasuk dalam golongan Isim Ma’rifah.*_

Contoh:

أَحْمَدُ يَرْحَمُ اْلأَوْلاَدَ
= Ahmad menyayangi anak-anak.
هُوَ يَرْحَمُهُمْ
= Dia menyayangi mereka

Pada contoh di atas, kata أَحْمَدُ diganti dengan هُوَ (=dia), sedangkan الأَوْلاَد (=anak-anak) diganti dengan هُمْ (=mereka).

Kata هُوَ dan هُمْ dinamakan Dhamir atau Kata Ganti.

Menurut fungsinya, ada dua golongan Dhamir yaitu:

*✅1) DHAMIR RAFA’ ( ضَمِيْر رَفْع )* yang berfungsi sebagai Subjek.

*✅2) DHAMIR NASHAB ( ضَمِيْر نَصْب )* yang berfungsi sebagai Objek.

Dhamir Rafa’ dapat berdiri sendiri sebagai satu kata, .sedangkan Dhamir Nashab tidak dapat berdiri sendiri atau harus terikat dengan kata lain dalam kalimat.

Dalam kalimat:
هُوَ يَرْحَمُهُمْ
= Dia menyayangi mereka :
– Kata هُوَ (=dia) adalah Dhamir Rafa’, sedangkan:
– Kata هُمْ (=mereka) adalah Dhamir Nashab.

🤙💐💐
[28/11 21.28] Milenia2100 Milenium: *💥PART-10💥

*ضَمِيْر رَفْع*
*DHAMIR RAFA’* (Kata Ganti Subjek)

Semua Dhamir dapat dikelompokkan menjadi tiga macam:

*✅1.MUTAKALLIM (مُتَكَلِّم)* atau pembicara _(orang pertama)._

*a) Mufrad:*
أَنَا
= aku, saya untuk Mudzakkar maupun Muannats.

*b) Mutsanna/Jamak:*
نَحْنُ
= kami, kita untuk Mudzakkar maupun Muannats.

*✅2. MUKHATHAB ( مُخَاطَب )* atau lawan bicara _(orang kedua)._
Terdiri dari:
*a) Mufrad:*
أَنْتَ
= engkau untuk Mudzakkar dan
أَنْتِ
untuk Muannats.

*b) Mutsanna:*
أَنْتُمَا
= kamu berdua untuk Mudzakkar maupun Muannats.

*c) Jamak:*
أَنْتُمْ
= kalian untuk Mudzakkar dan
أَنْتُنَّ
untuk Muannats.

*✅3. GHAIB (غَائِب)* atau tidak berada di tempat _(orang ketiga)._ Terdiri dari:
*a) Mufrad:*
هُوَ
= dia untuk Mudzakkar dan
هِيَ
untuk Muannats.

*b) Mutsanna:*
هُمَا
= mereka berdua untuk Mudzakkar maupun Muannats.

*c) Jamak:*
هُمْ
= mereka untuk Mudzakkar dan
هُنَّ
untuk Muannats.

Hafalkanlah kedua belas bentuk Dhamir Rafa’ di atas beserta artinya masing-masing sebelum melangkah ke part selanjutnya!

🤙💐💐

Dede putu:
pr.
اضّماَءرْ.=Dhomir2/kata pengganti
nama.
1. مُتَكَلّم=pihak ke 1/pihak yg berbicara

DHAMIR ( ضمير) kata penggati nama.
1). MUTAKALLIM مُتَكَلّم/Pihak –
pertama/ org yg berbicara L/P
(مُؤنث/مُذَكَر)
a) Mufrad ( مفرد ) Tunggal
أنَا=saya/aku L/P
b) Jamak ( جَمَغ) dua atau lebih
نَحْنُ=Kami/ Kita L/P

2). MUKHATAHAB(مُخَاطَب)
Pihak kedua/ yg di ajak –
bicara/lawan bicara.

a) Dhamir mufrad mudzakkar
mukhathab
( ضَمِيْر مُفْرَدْ مُذَكََرْ مُخَاطَبَ )

أنْتَ = kamu/engkau seorang
laki2 yg di ajak bicara.

b) Dhamir mutsana mudzakkar
mukhathab ( ًضَمِيْر مُثَنی مُذَكر
مُخَاطب )

أنْتُُمَا = kamu/engkau dua org
lakl-laki yg di ajak bicara

c) Dhamir jamak mudzakar
mukhathab.
(ضَمِير جَمَع مُذَمَر مُخَاطَبَ)

أنْتُمْ= kalian laki2 yg di ajak
bicara .

d) Dhamir mufrad muanas
mukhathabah
( ضَمِير مُفرَد مُؤنث مُخَاطَبَۃ)

أنْتِ = kamu/engkau seorang
perempuan yg di ajak
bicara.

e ) Dhamir mutsana mu’anas
mukhathabah.
(ضَمِير مُثَنی مُؤَنَث مُخَاطَبَۃ)

أَنْتُمَا = kamu/ engkau dua org
perempuan yg di ajak bicara

f ) Dhamir jamak mu’anas
mukhathabah.
( ضَمِيرْ جَمَعْ مُؤَنَثْ مُخَاطَبَۃ)

أَنْتُنَّ = kalian perempuan yg di
ajak bicara/lawan bicara.

3 ) GHAIB/GHAIBAH
(pihak ke3 yg dibicarakan)

3.1) Dhamir mufrad mudzakar
ghaib.
( ضَمِير مُفرَد مُذَكَر غَاءب)

هُوَ = Dia seorang laki2 yg di
bicarakan.

3.2) Dhamir mutsana mudzakar
ghaib.
( ضَمير مُثَنی مُذَكَر غَاءب )

هُمَا = Dia dua org laki2 yg di
bicarakan.

3.3) Dhamir jamak mudzakar
ghaib.
( ضمير جَمع مُذَكَر غَاءب)

هُمْ = Mereka laki2 yg dibicara
kan.

3.4) Dhamir mufrad mu’anas
ghaibah.
(ضمير مُفرَد مُؤَنَث غَاءِبَۃ)

هِيَ = Dia seorang perempuan
yg di bicarakan

3.5) Damir mutsana mu’anas
ghaubah.

هُمَا = Dia dua org perempuan
yg di bicarakan.

3.6) Dhamir jamak mu’anas
ghaibah.

هُنَّ = Mereka perempuan yg
di bicarakan.

Isman Bahasa:
Milenia 2100:
*💥PART-11💥*

*ضَمِيْر نَصْب*
*DHAMIR NASHAB* (Kata Ganti Objek)

Dhamir Nashab adalah turunan (bentuk lain) dari Dhamir Rafa’ yang terdiri dari:

Milenia 2100:
Dhamir Nashab berfungsi sebagai objek dan tidak dapat berdiri sendiri; ia terikat dengan kata lain dalam suatu kalimat, baik itu dengan Isim, Fi’il ataupun Harf.

1) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Isim dalam kalimat:

أَنَا مُسْلِمٌ، دِيْنِيَ اْلإِسْلاَمُ
= saya seorang muslim, agamaku Islam
نَحْنُ مُسْلِمُوْنَ، دِيْنُنَا اْلإِسْلاَمُ
= kami orang-orang muslim, agama kami Islam
أَنْتَ مُسْلِمٌ، دِيْنُكَ اْلإِسْلاَمُ
= engkau (lk) seorang muslim, agamamu Islam
أَنْتِ مُسْلِمَةٌ، دِيْنُكِ اْلإِسْلاَمُ
= engkau (pr) seorang muslim, agamamu Islam
2) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Fi’il dalam kalimat:

أَنْتُمَا مُسْلَمَانِ، اَللهُ يَرْحَمُكُمَا
= kamu berdua adalah muslim, Allah merahmati kamu berdua
أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، اَللهُ يَرْحَمُكُمْ
= kalian (lk) adalah muslimun, Allah merahmati kalian
أَنْتُنَّ مُسْلِمَاتٌ، اَللهُ يَرْحَمُكُنَّ
= kalian (pr) adalah muslimat, Allah merahmati kalian
هُوَ مُسْلِمٌ، اَللهُ يَرْحَمُهُ
= dia (lk) adalah muslim, Allah merahmatinya
3) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Harf dalam kalimat:

هِيَ مُسْلِمَةٌ، لَهَا رَحْمَةُ اللهِ
= dia (pr) adalah seorang muslimah, untuknya rahmat Allah
هُمَا مُسْلِمَانِ، لَهُمَا رَحْمَةُ اللهِ
= mereka berdua adalah muslim, untuk mereka berdua rahmat Allah
هُمْ مُسْلِمُوْنَ، لَهُمْ رَحْمَةُ اللهِ
= mereka (lk) adalah muslimin, untuk mereka rahmat Allah
هُنَّ مُسْلِمَاتٌ، لَهُنَّ رَحْمَةُ اللهِ
= mereka (pr) adalah muslimat, untuk mereka rahmat Allah
Gabungan Dhamir Nashab yang melekat pada Isim akan membentuk Isim Ma’rifah dengan pola Mudhaf-Mudhaf Ilaih dimana Isim di depannya merupakan Mudhaf sedang Dhamir Nashab di belakangnya merupakan Mudhaf Ilaih.

بَيْتِيْ (=rumahku) –> بَيْتٌ [Mudhaf] + ي [Mudhaf Ilaih]
كِتَابُكَ (=bukumu) –> كِتَابٌ [Mudhaf] + كَ [Mudhaf Ilaih]
مَدْرَسَتُهُمْ (=sekolah mereka) –> مَدْرَسَةٌ [Mudhaf] + هُمْ [Mudhaf Ilaih]

Hafalkanlah semua Dhamir Nashab di atas beserta artinya masing-masing sebelum melangkah ke pelajaran selanjutnya!

🤙💐💐

Be Sociable, Share!

Always complement your life

Untuk informasi Belajar Internet On line Call 08979-803-823Di sini